Friday, October 11, 2013

Niat Magang, Malah Dijadikan Buruh

Sebuah kejadian pelanggaran hukum kembali terjadi lagi pada sebuah perusahaan Foxconn. Perusahaan tersebut memang sudah beberapa kali tersangkut masalah pelanggaran hukum yang bersangkutan dengan ketenaga-kerjaan. Salah satu kasus yang pernah menimpa perusahaan tersebut adalah tenaga kerja yang hingga rela mengakhiri hidupnya dikarenakan bekerja di perusahaan tersebut terlalu banyak getar-getir kehidupan. Kali ini masalah kembali menimpa perusahaan tersebut, masalah apakah itu?

Niat Magang, Malah Dijadikan Buruh

Sebuah perusahaan yang dikenal sebagai salah satu supplier terbesar dari Apple kali ini mendapatkan laporan kalau ada seorang mahasiswa di China yang dipaksa untuk merakit PlayStation 4. Padahal mahasiswa tersebut saat itu berstatus sebagai seorang yang magang di salah satu pabrik Foxxon yang berada di Yantai bukan sebagai seorang karyawannya. Mahasiswa tersebut adalah seorang mahasiswa dari Universitas Xi'an Technology.


Mahasiswa yang sedang magang disana melaporkan kalau Foxconn ternyata telah menyalah-gunakan wewenang perusahaan untuk memaksa mereka ikut dalam perakitan dan melakukan pekerjaan lain yang memang tidak ada hubungannya sama sekali dengan bidang studi yang mereka ambil di universitas. Perusahaan tersebut memaksa mahasiswa tersebut untuk melakukannya dan mengatakannya sebagai salah satu program yang memang harus dilakukan selama magang. Jika mahasiswa tersebut menolak untuk melakukannya, dia terancam tidak akan mendapatkan nilai apa-apa dari perusahaan, bahkan ijazahnya pun tidak akan keluar.


Tugas-tugas mahasiswa tersebut hampir sama seperti buruh-buruh perusahaan, contohnya saja adalah melepas film pelindung, memasang stiker pada konsol, mengatur penempataan isi yang ada pada box, hingga mengangkut-angkut box. Bukan hanya itu saja, mahasiswa tersebut juga bekerja lebih dari jam kerja yang telah ditetapkan yaitu 11 jam, bahkan lebih.

Foxconn sendiri saat ini sudah mengkonfirmasi masalah yang menimpa perusahaan tersebut. Mereka mengatakan kalau memang ada sebuah peraturan yang dibuat oleh perusahaan, namun mahasiswa memiliki hak untuk menolak untuk tidak berpartisipasi dalam setiap program yang ada tersebut.

No comments:

Post a Comment